e LINKKARDOEA'S BLOG

Translate This Blog

Your Ad Here
Google
31 May 2007
Memperingati Hari Anti Tembakau Sedunia
Sebuah Refleksi Kesehatan Terhadap Rokok dan Implikasinya

Untuk kesekian kalinya peringatan tentang rokok dan implikasinya telah sering kita lihat bahkan mungin saja saat ini bahaya dan peringatan serta kerugian yang diakibatkannya telah menjadi lelucon bagi sebagian kalangan yang mengkonsumsinya. Memang benda yang satu ini tak asing lagi dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan dikalangan mahasiswa benda ini tak pernah absen di mata kita semua, baik dalam rutinitas kita di kantin, dalam suasana rapat pun dalam kegiatan resmi kemahasiswaan. Ataui bahkan saat ini benda ini berada dalam saku anda dan kedua genggaman jari anda...!!!Sebagian beranggapan bahwa sesuatu yang hebat terjadi dalam dirinya ketika menikmati barang ini, merasa memiliki kemampuan berpikir “super' atau memang hanya untuk memeperoleh pengakuan dalam sebuah komunitas sosial. Tapi hanya anda yang bisa menjawab teka-teki ini dan anda harus sadar kalau memang barang ini telah menjadi candu dalam jiwa anda dan telah menggerogoti alam berpikir kita.

Sebenarnya rokok sendiri pertama kalinya dikenal oleh bangsa Indian dan digunakan hanya untuk kepentingan ritual seperti memuja dewa atau roh, kemudian pada awal abad ke 17 muncul dikalangan eropa dan para pedagang spanyol membawanya ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai dikenal oleh kalangan Islam. Nabi Muhammad dan para sahabatnya hidup dijaman ketika rokok belum ada sehingga belum ada aturan yang jelas tentang larangan merokok. Namun karena bukti-bukti yang ada sekarang menunjukkan bahwa merokok membahayakan kesehatan dan Islam tidak mengajarkan ummatnya untuk merusak dirinya sendiri, dengan cara apapun maka jelaslah bahwa merokok bertentangan dengan ajaran Islam dan sejarahpun meunjukkan merokok bukan budaya Islam

Saat ini terdapat 1,2 miliar perokok didunia ini. Kebiasaan merokok berhubungan dengan terjadinya 25 jenis penyakit tubuh manusia. Separuh dari para perokok akan meninggal oleh berbagai penyakit akibat rokok. Didunia juga terdapat 2,2 juta kematian akibat penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) setiap tahunnya.

Dalam hal konsumsi rokok, yang jelas amat mempengaruhi kesehatan paru, indonesia menduduki peringkat kelima. Lima negara dengan konsumsi rokok terbanyak didunia adalah China yang mengkonsumi 1.643 miliar batang rokok pertahun, Amerika Serikat dengan 451 miliar batang setahun, Jepang dengan konsumsi rokok 328 miliar batang rokok pertahun , Rusia dengan 258 miliar batang rokok pertahun dan Indonesia dengan 215 batang rokok pertahun. WHO menunjukkan tahun 2001 menunnjukkan bahwa sekitar 31,5 persen penduduk indonesia yang merokok yang berarti ada 60 juta penduduk yang perokok. Dari jumlah itu 88 persen mengisap kretek dengan kadungan tembakau 60-70 persen.

Buku SEAMIC Health Statistic 2002 menunjukkan bahwa setidaknya tiga penyakit paru merupakan bagian dari 10 penyebab kematian utama di Indonesia yaitu pneumonia, tuberkolosis dan sebagian neoplasma ganas. Sementara itu, infeksi saluran pernapasan akut memang sudah sejak lama selalu jadi urutan utama dalam pola morbiditas dan dan kadang-kadang mortalitas dinegara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Dalam abad 21 ini nampaknya Indonesia akan mengahdapi sedikitnya enam tantangan sehingga tuberkulosis (TB) masih akan sulit dikendalikan. Dengan promosi pemerintah 3B(bukan batuk biasa) dan kebijakan baru pemerintah pun masih belum mampu menjawab seluruh msalah-masalah TB yang muncul. Keenam tantangan itu meliputi berbagai masalah dalam penemuan penderita, ketidakmampuan petugas kesehatan untuk menjamin semua pasien dapat menyelesaikan pengobatannya, tidak tersedianya vaksin yang ampuh, timbul dan meningkatnya kuman yang resisten/kebal terhadap obat, serta belum tersedianya obat pencegahan yang memadai.

Sekilas kita mungkin pernah berpikir akan begitu besarnya dampak yang ditimbulkan ketika rokok tidak diproduksi lagi, seberapa besar jumlah penduduk yang akan kehilangan lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan ketika pabrik ini ditutup, seberapa besar sumber pendapan negara yang akan hilang dari cukai rokok dan seberapa besar petani tembakau yang akan hilang sumber penghasilan keluarganya, tapi kalau kita mencermati lebih jauh lagi kerugian yang akan ditimbulkan bagi bangsa dan negara jauh lebih besar. Sebuah contoh kecil kerugian negara dari segi ekonomi akibat penyakit TB yang sering disebabkan oleh Rokok :

Tabel Kerugian Ekonomi karena TBC yang sering disebakan oleh rokok :



Komponen Kerugian Jumlah
Akibat sakit
Kasus Baru 583.000
Kasus lama 971.667
Total kasus pertahun 1.554.667
Dissability days/kasus (hari) 105
Dissability days total 163.240.035
75% usia produktif 122.430.026
Nilai perhari (Rp) 15.000
Nilai (Rp) 1.836.450.393.750
Akibat Mati
Jumlah mati karena TBC 140.000
75% usia produktif 105.000
Asumsi usia mati (thn) 50
Asumsi batas usia produktif 60
Usia produktif yang hilang/kasus 10
Total tahun produktif yang hiang 1.050.000
Total hari produktif yang hilang 383250000
Nilai perhari (rp) - asumsi 15000
Nilai (Rp) 5.748.750.000.000
Biaya berobat
Asumsi % penderita berobat 50%
Jumlah berobat 777.334
Asumsi biaya obat (6 bulan) 900.000
Nilai (Rp) 699.600.150.000
Total nilai kerugian langsung 8.284.800.543.750



Kalau kita melihat contoh kerugian akibat rokok maka bukan sebuah jumlah yang kecil dari kerugian yang ditimbulkannya. Ditambah lagi seberapa besar anggaran pemerintah yang harus dikeluarkan untuk promosi penyakit TB, promosi-promosi kesehatan lainnya yang ditimbulkan akibat rokok seperti resiko timbulnya penyakit jantungdan penyakit metabolik lainnya. Besarnya jumlah kerugian ekonomi seperti diatas, mungkin saja nilai tersebut bisa kita alihkan untuk pos-pos kesehatan yang lain sehingga mutu kualaitas kesehatan kita bisa lebih baik atau kita gunakan untuk membuka usaha dalam membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi jumlah pengangguran di negara kita. Belum lagi berapa jumlah produktivitas kerja yang akan hilang ketika kita sakit !!!Dampak yang lebih besar lagi adalah rusaknya sebagian generasi muda bangsa yang jelas-jelas adalah penerus kelanjutan kebangsaan yang akan datang. Seperti yang kita sering lihat bahwa sindrom rokok ini telah bermetastase pada anak-anak SMP bahkan anak SD pun tak luput dari tren ini. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa rokok menyebabkan terjadinya degradasi intelektual seseorang utamanya jika dikonsumsi di usia muda.

Tulisan diatas hanyalah mengungkap sebagian kecil fakta-fakta yang sering diakibatkan oleh rokok. Jadi akankah kita melihat bangsa kita semakin terpuruk dalam situasi kesehatan dan roda perekonomian yang tak kunjung reda ataukah kita hanya akam menjadi penonton dalam pertunjukan ini...Semua ini ada dalam hati kita masing-masing, Sesuatu yang besar selalu bermula dari hal-hal yang kecil, untuk itu mulai hari ini “say no for tobacco.....”
Belumkah kita sadar kawan...!!!!

cellink @|| 6:10 PM || 
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 


Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com
Free Music
Free Music
Free Music


ABOUT ME....

Juventini

New Archive

Archive
Shout Box

Link
It's Mine
My Community
Affiliated

JANGAN ASAL COPY PASTE..
banner angingmammiri KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia bloggingwithlove

Copy My Banner

LINKKARDOEA

Statistic